" SEMANGKOK MADU "
Jumat, 12 Mei 2017
Rabu, 26 April 2017
Kamis, 10 Desember 2015
Khutbah Jumat
IMAN
DAN SEMANGKOK MADU
الْحَمْدَ ِللهِ
نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ
شُرُوْرِأَنْفُسِناَوَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا. مَنْ يَهْدِ الله ُفَلاَ
مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ. وَمَنْ لَمْ يَجْعَلِ الله
ُلَهُ نُوْرًا فَمَا لَهُ مِنْ نُوْرٍ. وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاَّ اللهُ
وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ.
أَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحُمَّدٍ وَعَلىَ آلِهِ
وَصَحْبِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلىَ يَوْمِ الدِّيْنِ. أَمَّا بَعْدُ:
فَيَا عِبَادَ اللهِ أُوصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ فَقَدْ فَازَ
اْلمُتَّقُوْنَ. قَالَ اللهُ تَعَالَى: زين للناس حب الشهوات من
النساء والبنين والقناطير المقنطرة من الذهب والفضة والخيل المسومة والأنعام
والحرث ذلك متاع الحياة الدنيا والله عنده حسن المآب
Jama’ah Jum’ah Rohimakumullah,
Alhamdulillah hingga detik ini kita masih diberikan kekuatan
oleh Allah Ta’ala untuk beriman kepada-Nya. Sehingga kita masih dijaga oleh-Nya
untuk tidak melakukan berbagai hal-hal yang menentang perintah-Nya. Sungguh
ni’mat iman tiada bandingan harganya, mengapa ? karena godaan nafsu semakin
berat, bukan hanya sekedar mengajak maksiat, namun juga sedikit-sedikit
menggerogoti rasa ta’at.
Andaikan Allah swt tidak memberikan kita keimanan, mungkin kita telah menjadi pengikut setia para syaitan. Yang tidak segan-segan memberangus keikhslasan, tetapi juga memupuk keserakahan. Jangankan teman, saudara pun rela kita singkirkan. Demi apa ? demi kekuasaan, demi kepuaasan, demi kemewahan dan demia duni yang menggiurkan. Alhamdulillah Allah berikan kita Iman dan semoga menjaganya untuk tetap bersama kita. Amien
Andaikan Allah swt tidak memberikan kita keimanan, mungkin kita telah menjadi pengikut setia para syaitan. Yang tidak segan-segan memberangus keikhslasan, tetapi juga memupuk keserakahan. Jangankan teman, saudara pun rela kita singkirkan. Demi apa ? demi kekuasaan, demi kepuaasan, demi kemewahan dan demia duni yang menggiurkan. Alhamdulillah Allah berikan kita Iman dan semoga menjaganya untuk tetap bersama kita. Amien
Hanya saja, manusia adalah makhluk yang tak berdaya. Ia
mudah menyerah kepada nafsu dunia. Oleh karena itu manusia harus senantiasa
menjaga keseimbangan antara kebutuan dunia dan kebutuhan akhiratnya.
Kehidupan yang seimbang akan membuat manusia sukses dan bahagia hidup di dua
dunia – fid dunya hasanah wafil akhirati hasanah-. Surga dapat diraih dengan
iman. Meskipun menjalani iman tidak semudah membalik telapak tangan.
Perjalanan iman harus mampu menaklukkan nafsu akan harta,
wanita, anak dan kuasa. Dan memang inilah cobaan terbesar manusia. Seperti yang
Allah Firmankan
زين للناس حب الشهوات من النساء والبنين والقناطير المقنطرة من الذهب والفضة والخيل المسومة والأنعام والحرث ذلك متاع الحياة الدنيا والله عنده حسن المآب
Menaklukkan nafsu dunia bukan
berarti memilikinya, bukan pula menghindarinya, tetapi mampu menggunakan dan
mengatur semuanya, agar bermanfaat di jalan agama. Inilah tamsil yang keluar
dari diskusi Nabi saw dengan para sahabatnya ketika bertamu di rumah sahabat
Ali Karramallahu Wajhah.
Diceritakan suatu ketika Rasulullah
saw, bersama Abu Bakar, Umar dan Utsman bertamu ke rumah sahabat Ali. Setibanya
di rumah, Fathimah istri Ali yang juga putri Rasulullah saw menghidangkan madu
dalam sebuah mangkuk yang cantik. Namun dalam semangkuk madu yang dihidangkan
itu terdapat sehelai rambut tercelup di dalamnya. Kemudian, Rasulullah saw meminta
sahabat-sahabatnya untuk membuat suatu perbandingan terhadap ketiga benda
tersebut (Mangkuk yang cantik, madu, dan sehelai rambut).
Jama’ah Jum’ah yang Dimuliakan Allah
Nabi berkata “Ayo Abu Bakar coba
terangkan menurut kamu apa perbandingan antara ketiganya” Kemudian Abubakar
r.a. menjawab, "iman itu lebih cantik dari mangkuk yang cantik ini, orang
yang beriman itu lebih manis dari madu, dan mempertahankan iman itu lebih susah
dari meniti sehelai rambut".
Setelah itu giliran Umar r.a yang
berpendapat, menurutnya "kerajaan itu lebih cantik dari mangkuk yang
cantik ini, seorang raja itu lebih manis dari madu, dan memerintah dengan adil
itu lebih sulit dari meniti sehelai rambut". Sungguh seorang negarawan
sejati yang berkarakter. Kaidah kenagaraannya harusnya dianut dan dijadikan
pedoman bagi para pemimpin.
Sebagai seorang yang bijaksana dan
berilmu sahabat Utsman r.a. berkomentar "ilmu itu lebih cantik dari
mangkuk yang cantik ini, orang yang menuntut ilmu itu lebih manis dari madu,
dan ber'amal dengan ilmu yang dimiliki itu lebih sulit dari meniti sehelai
rambut".
Sedangkan sahabat Ali selaku tuan rumah berkata, "tamu itu lebih cantik dari mangkuk yang cantik ini, menjamu tamu itu lebih manis dari madu, dan membuat tamu senang sampai kembali pulang ke rumanya adalah lebih sulit dari meniti sehelai rambut".
Sedangkan sahabat Ali selaku tuan rumah berkata, "tamu itu lebih cantik dari mangkuk yang cantik ini, menjamu tamu itu lebih manis dari madu, dan membuat tamu senang sampai kembali pulang ke rumanya adalah lebih sulit dari meniti sehelai rambut".
Sayidah Fatimah sebagai perwakilan
perempuan mengibaratkan ketiganya dalam kerangka kewanitaan menurutnya
"seorang wanita itu lebih cantik dari sebuah mangkuk yang cantik, wanita
yang berburqo, berkerudung, wanita yang menjaga akhlak, wanita yang menjaga
auratnya ketika suami keluar atau tidak ada dirumah itu lebih manis dari madu,
dan istri yang selalu memjaga kehormatan suaminya di dalam ataupun di laur
rumah seorang wanita atau istri yang tak pernah dilihat orang lain kecuali
muhrimnya itu lebih sulit dari meniti sehelai rambut".
Jamaah Jum’ah Rahimakumullah
Setelah para sahabat mengemukakan
pendapat mereka Rasulullah saw kemudia berkata, "seorang yang mendapat
taufiq untuk ber'amal adalah lebih cantik dari mangkuk yang cantik ini,
ber'amal dengan 'amal yang baik itu lebih manis dari madu, dan berbuat 'amal
dengan ikhlas adalah lebih sulit dari meniti sehelai rambut".
Seolah merangkum dari berbagai
pendapat para sahabat itu Rasulullah saw menegaskan bahwa inti kehidupan dan
amal ibadah seseorang ada dalam keikhlasan. Dan kemampuan seseorang beramal
(beribadah) tidak lain merupakan taufiq dari-Nya. Sesuai ungkapan para sahat
diatas.
Ternyata, Malaikat Jibril as juga
turut urun rembug ia men-tamsilkan ketiganya bahwa "menegakkan pilar-pilar
agama itu lebih cantik dari sebuah mangkuk yang cantik, menyerahkan diri;
harta; dan waktu untuk agama lebih manis dari madu, dan usaha mempertahankan
agama sampai akhir hayat lebih sulit dari meniti sehelai rambut". Inilah
kata Malaikat yang telah berpengalaman menyertai para Rasul dan Nabi sepanjang
zaman.
Dan Allah swt berfirman, "
Sorga-Ku itu lebih cantik dari mangkuk yang cantik itu, nikmat sorga-Ku itu
lebih manis dari madu, dan jalan menuju sorga-Ku adalah lebih sulit dari meniti
sehelai rambut".
Jama’ah Jum’ah yang Berbahagia
Jama’ah Jum’ah yang Berbahagia
Dari cerita di marilah di bulan
safar ini kita seharusnya mampu mengambil pelajaran guna melangkahkan kaki
selanjutnya kebulan-bulan berikutnya dan selalu berusaha untuk bagaimanakah kita
seharusnya menghadapi hidup ini agar bias meberikan manfaat bukan untuk kita
sendiri tapi juga untuk khalayak ramai.
بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِيْ اْلقُرْآنِ اْلعَظِيْمِ وَنَفَعَنِيْ وَإيَّاكُمْ ِبمَا ِفيْهِ مِنَ اْلآياَتِ وَالذكْر ِالْحَكِيْمِ وَتَقَبَّلَ مِنِّيْ وَمِنْكُمْ تِلاَوَتَهُ إنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ اْلعَلِيْمُ
Khutbah
Kedua Tiap-tiap Jum'at
اَلْحَمْدُ
لله حَمْدًا كَثِيْرًا كَمَا اَمَرَ. اَشْهَدُ اَنْ لَا اِلَهَ اِلَّا الله
وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ اِرْغَامًا لِمَنْ جَحَدَ وَ كَفَرَ. وَ اَشْهَدُ
اَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَ رَسُوْلُهُ وَ حَبِيْبُهُ وَ خَلِيْلُهُ سَيِّدُ
الْإِنْسِ وَ الْبَشَرِ. اَللَّهُمَّ صَلِّ وَ سَلِّمْ وَ بَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ
وَ عَلَى اَلِهِ وَ اَصْحَابِهِ وَ سَلَّمَ تَسْلِيْمًا كَثِيْرًا.
اَمَّا
بَعْدُ، فَيَا عِبَادَ الله اِتَّقُوْا الله وَ اعْلَمُوْا اَنَّ الله يُحِبُّ
مَكَارِمَ الْأُمُوْرِ وَ يَكْرَهُ سَفَاسِفَهَا يُحِبُّ مِنْ عِبَادِهِ اَنْ
يَّكُوْنُوْا فِى تَكْمِيْلِ اِسْلَامِهِ وَ اِيْمَانِهِ وَ اِنَّهُ لَا يَهْدِى
الْقَوْمَ الْفَاسِقِيْنَ. اَللَّهُمَّ صَلِّ وَ سَلِّمْ وَ بَارِكْ عَلَى
مُحَمَّدٍ وَ عَلَى اَلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ وَ سَلَّمْتَ وَ بَارَكْتَ
عَلَى اِبْرَاهِيْمَ وَ عَلَى اَلِ اِبْرَاهِيْمَ فِى الْعَالَمِيْنَ اِنَّكَ
حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَ الْمُؤْمِنَاتِ وَ
الْمُسْلِمِيْنَ وَ الْمُسْلِمَاتِ اَلْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَ الْأَمْوَاتِ
اِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدَّعْوَاتِ وَ قَاضِيَ الْحَاجَاتِ.
اَللَّهُمَّ رَبَّنَا لَا تُزِغْ قُلُوْبَنَا بَعْدَ اِذْهَدَيْتَنَا وَ هَبْلَنَا
مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً اِنَّكَ اَنْتَ الْوَهَّابُ. رَبَّنَا لَا تَجْعَلْ فِى
قُلُوْبَنَا غِلًّا لِلَّذِيْنَ اَمَنُوْا رَبَّنَا اِنَّكَ رَؤُوْفٌ رَّحِيْمٌ.
رَبَّنَا هَبْلَنَا مِنْ اَزْوَاجِنَا وَ ذُرِّيَّتِنَا قُرَّةَ اَعْيُنٍ وَ
اجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِيْنَ اِمَامًا. رَبَّنَا اَتِنَا فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً
وَ فِى الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَ قِنَا عَذَابَ النَّارِ.
عِبَادَ
الله! اِنَّ الله يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَ الْإِحْسَانِ وَ اِيْتَاءِ ذِى
الْقُرْبَى وَ يَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَ الْمُنْكَرِ وَ الْبَغْىِ يَعِظُكُمْ
لَعَلَّكُمْ تَذَّكَّرُوْنَ فَاذْكُرُوْا الله الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَ
اشْكُرُوْهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَ لَذِكْرُ اللهِ اَكْبَرُ وَ اللهُ
يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُوْنَ .
Langganan:
Komentar (Atom)


